Merpati ingkar janji

Hari ini saya, atas izin ALLAH dihadirkan ke hadapan saya, seorang perempuan cantik yang patah hati karena ulah mahkluk berburung, dan luka oleh merpati yang ingkar janji… ah cinta memang hanya fatamorgana, bukan cinta namanya kalo tidak menimbulkan luka, dan bukan lelaki namanya jika tidak [ah sudahlah…]

Nita [bukan nama asli, saya takut si cantik tidak berkenan] … nama yang indah, perempuan yang panjang napasnya tak beda jauh dari umur napas saya, dia tiga tahun lebih lama dari saya, seorang perempuan cantik, berjilbab seperti saya, perempuan bekerja [tidak seperti saya tentunya], menikah dan memiliki satu orang putri yang cantik [purnama namanya], memutuskan untuk berpisah dari suami yang dulu dia tempatkan segala cinta disana, segala harapan jua tentunya, yang diharapkan mampu menjadi imam setelah sang gadis mengikutinya, menikahinya … tapi mimpi tak seindah kenyataan [inilah hidup, bukan?] )

Tiga tahun berpacaran tak cukup untuk mereka saling mengenal, berada di kapal yang mereka namakan pernikahan untuk menyempurnakan agama, mengikuti sunnah Rasul, dan menjadikan pernikahan ladang ibadah ternyata tidak mampu menciptakan syurga dunia, bahkan neraka dunia yang kerap hadir diantara mereka, jua sikecil yang lahir dari pertemuan dua raga atas nama napsu tentunya, yang bermata bening tidak mampu membuat mereka melekatkan apa yang mereka namankan cinta …. sang lelaki berubah, dari perbedaan pendapat menjadi saling menghina, dari saling mencari nafkah menjadi saling membebani, dari ikhlas menjadi amarah, dari sabar menjadi bodoh … ah sumpah, saya nyaris tidak percaya atas perjalanan cinta dua anak manusia selama tiga tahun berkasih kasihan, kemudian menikah dan karam, dan saat ini saya tidak lagi mampu membedakan mana sabar dan mana yang bernama kebodohan, nyaris tak ada bedanya lagi dimata saya saat ini… ampuni saya wahai ALLAH, lembutkan jiwa saya agar mampu mencerna.

Merpati telah ingkar janji, ingkar sekaligus menegaskan bahwa semua telah berakhir …😦

Saya benar benar tidak percaya, sebegitu gampangkah semua berakhir? tak ada lagikah rasa yang tersisa setelah tahun demi tahun terajut cinta, setelah cobaan demi cobaan yang mereka hadapi atas nama cinta? setelah berbagai perbedaan di kompromikan, dan setelah segala kekuragang bisa ditoleransi. “De, gue lebih bahagia setelah berpisah, bantu gue untuk bangkit yah… bantu gue” kalimat yang aneh ditelinga saya, tapi saya mencoba mengerti )

Nyerih ulu hati saya setiap mendengar kata perpisahan … kemudian saya katakan pada sahabat saya itu bahwa kini waktunya menyerahkan kepada sang pemberi ujian, kini hanya kepada ALLAH lah tempat segala harapan harus digantungkan, ALLAH lah tempat penawar hati yang luka, tempat cinta yang hakiki, ah sungguh airmata saya berlinang membayangkan mata bening anaknya ketika melihat sang merpati berlalu meninggalkan ia dan sang bunda (

Dan ini gambaran jiwa saya untuk kamu dari saya yang tak mampu mengerti :

Telah saya tinggalkan cinta disudut kamar yang gelap … telah saya hanyutkan luka pada sungai kecil yang mengalir dari mata … telah saya kabarkan kepada hujan tentang catatan hati … dan telah saya hamparkan sajadah dalam tahajud dan sujud panjang.

Semoga kamu tabah … I love you sist!!

ah saya tak mampu untuk tidak merasakan luka yang merpati cakarkan di hati, hingga luka berdarah, kemudian merpati pergi tinggalkan luka. Inilah sempurnanya cinta … atau kejamnya cinta?🙂

by. http://rinduku.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s